Beredar Hasil Tes PCR dan Vaksinasi Palsu, Polresta Amankan 9 Tersangka

  • Bagikan

Beredar Hasil Tes PCR dan Vaksinasi Palsu, Polresta Amankan 9 Tersangka

INFOBENUA, SAMARINDA – Jajaran Polresta Samarinda berhasil membekuk 9 tersangt pemalsuan hasil tes polymerase chain reaction (PCR) dan sertifikat vaksinasi pada Rabu (4/8/2021) kemarin.

Wakil Kepala Polisi Resor Kota (Wakapolresta) Samarinda, AKBP Eko Budianto saat menggelar konferensi pers di halaman Polresta Samarinda mengatakan Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan seorang petugas Bandar Udara APT Pranoto pada 29/7/2021 ke Polresta Samarinda.

Laporan tersebut terjadi saat pemeriksaan surat penumpang di pintu keberangkatan. Saat dilakukan pemeriksaan, terdapat kecurigaan atas surat PCR dan sertifikat vaksinasi yang dibawa oleh penumpang berinisial (H).

” Untuk memastikan petugas melakukan pengecekan barcode, ternyata tidak terdata atau teregistrasi,” Kata Eko Budianto.

Dirinya menuturkan setelah diusut lebih dalam, akhirnya tim Polresta berhasil mengamankan 9 orang pelaku. Dari ke-9 pelaku terdapat 2 orang yang menduduki posisi penting dan strategis.

“ Salah satu dari mereka berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan yang lainnya memiliki berbagai macam pekerjaan,” tambahnya.

Eko Budianto memaparkan otak dari pemalsuan hasil PCR dan kartu vaksin bersal dari tersangka dengan inisial (RW) dan (SR). Selebihnya hanya menjalankan peran sesuai dengan instruksi dari kedua tersangka utama.

“ Jadi ada yang menggandakan PCR dan vaksin. Ada yang berperan menawarkan kepada masyarakat yang ingin berpergian ke luar kota,” Bebernya.

Setelah berhasil mengumpulkan masyarakat, hasil tes tersebut diambil melalui format kosongan dari salah satu puskesmas. Sehingga mereka langsung membuat format sendiri yang tentunya itu palsu.

“Jadi pertama mereka mengambil 1 format kosongan di puskesmas, lalu mereka mencetak sendiri dengan mesin cetak sebanyak 41 lembar vaksin,” terangnya.

Eko Budianto menjelaskan dari hasil kejahatan tersebut, salah satu tersangka mendapatkan keuntungan jika ditotal sekitar Rp5 juta dari 28 hasil kejahatan yang terjual dengan kisaran Rp200 ribu per lembar kartu vaksin.

Menurutnya saat ini Polresta Samarinda mengamankan barang bukti 7 lembar kartu vaksin palsu, 1 lembar kartu PCR, 1 kertas karton, uang tunai Rp3 juta, handphone 6 unit, pulpen, gunting, printer dan buku tabungan.

“Tersangka melanggar pasal 263 SUB 268 KUHAP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutup Eko Budianto.

Penulis : Eko Abiyyu

  • Bagikan