KemenPANRB Resmi Larang ASN Cuti, Melanggar Tunjangan di Potong 25 Persen

  • Bagikan
KemenPANRB Resmi Larang ASN Cuti, Melanggar Tunjangan di Potong 25 persen

Selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Pegawai Negeri Sipil (ASN) resmi dilarang berlibur dan bepergian ke luar daerah.

Larangan tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 26/2021 yang ditandatangani Menteri PANRB Tjahjo Kumolo pada Selasa (7/12/2021).

Tjahjo mengatakan: “Ini sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Saat masyarakat melakukan perjalanan selama Nataru, kemungkinan Covid-19 akan meningkat.”

Sesuai surat edaran tersebut, mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2022, pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh bepergian ke luar daerah.

Tjahjo juga mengimbau agar pejabat pembinaan kepegawaian atau pejabat yang ditunjuk oleh delegasi untuk tidak memberikan izin cuti ASN selama periode tersebut.

Untuk memastikan pelaksanaan pemberitahuan ini, pejabat pengawas pegawai negeri sipil diminta untuk membuat pengaturan teknis dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam instansi masing-masing.

Aparat pengawas kepegawaian juga wajib menjatuhkan sanksi disiplin kepada ASN yang melanggar ketentuan ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) 94/2021 dan PP 49/2018.

Lantas, APA sanksinya?

PP 94/2021 mengatur bahwa tindakan disipliner dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Misalnya, sanksi ringan berupa teguran lisan. Sementara itu, sanksi sedang dapat berupa pengurangan tunjangan kinerja sebesar 25% dalam jangka waktu tertentu.

Sanksi berat antara lain penurunan pangkat, pemberhentian pelaksana, dan pemecatan secara tercela.

  • Bagikan