Pencurian Tempati Peringkat Kasus Teratas Tahun 2021

  • Bagikan

Kaltim12.com, Sangatta – Memasuki akhir tahun 2021 Polres Kutai Timur menggelar konferensi pers terkait data kasus-kasus yang ditangani selama setahun terakhir. Dari data yang dipaparkan, terdapat lima kasus peringkat tertinggi dengan perbandingan berdasarkan kasus-kasus pada tahun 2020.

Kasus pencurian menempati peringkat teratas dengan jumlah 43 kasus, disusul kemudian kasus pencabulan berjumlah 27 kasus, penggelapan berjumlah 21 kasus, perjudian 17 kasus, dan peringkat lima teratas adalah penganiyaan dengan jumlah kasus sebanyak 14.

Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko, SH., S.I.K., M.Si menyebutkan pada tahun 2020 angka kasus pencurian menempati posisi III, dengan jumlah kasus sebanyak 20. Sehingga ada peningkatan sebanyak 53,5 persen atau naik 23 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kasus pencabulan yang sebelumnya berada pada rangking pertama, kali ini turun hingga 75 persen.

“Penggelapan tetap berada pada rangking tiga, sebagaimana tahun sebelumnya. Dengan kata lain tidak mengalami perubahan urutan. Untuk rangking empat ditempati kasus perjudian dan kasus penganiyaan pada rangking terakhir,” tegas Kapolres Kutim.

Angka jumlah pelaku tindak pidana pada tahun 2021 untuk pelaku laki-laki naik mencapai 231 orang, dengan kenaikan mencapai 32 persen atau sebanyak 157 orang. Untuk jumlah pelaku perempuan pada tahun ini sebanyak 7 orang alias tidak mengalami perubahan. Jumlah pelaku anak dibawah umur sebanyak 7 orang, jika dibandingkan tahun 2020 mengalami kenaikan sebanyak dua orang pelaku.

Kembalikan Kerugian Negara Miliaran Rupiah

Polres Kutim berhasil mengungkap 5 kasus tindak pidana korupsi, dan melakukan upaya pengembalian keuangan negara selama proses penyelidikan dan penyidikan sebesar Rp. 2,3 Miliar lebih.

Ada tiga kasus yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerugian negara akibat tindak pidana korupsi, mulai dari dugaan penyalahgunaan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 di Desa Kadungan Jaya, Kaubun dengan kerugian negara sebesar Rp. 353 juta lebih. Kemudian penggelapan DD, ADD, DBH dan Dana Gerbang Madu tahun 2020 pada Desa Bukit Permata, Kaliorang sebesar Rp. 445 juta lebih.

“Selanjutnya dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahap I, Tahap II, dan Tahap III tahun anggaran 2020 di Desa Manubar, Sandaran dengan kerugian negara sebesar Rp. 1,129 miliar lebih,” terang Kapolres Kutim. (War)

  • Bagikan