BeritaKaltim

Erau Adat Pelas Benua 2023 Resmi Berlangsung

97
×

Erau Adat Pelas Benua 2023 Resmi Berlangsung

Share this article

Kutai Kartanegara – Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 resmi dibuka langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Ke XXI Suktan Aji Muhammad Arifin. Acara tersebut berlangsung di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (24/9/23).

Turut hadir dalam pembukaan Erau tersebut Bupati Kukar Edi Damansyah, Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, Unsur Forkopimda, Seluruh Kepala OPD Kukar, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid berserta anggota DPRD

Kegiatan pembukaan diawali dengan parade budaya dari 20 Kecamatan dan komunitas kesenian di Kukar, dilanjut dengan menyalakan brong oleh Bupati dan Wakil Bupati Kukar beserta undangan yang menandakan Erau telah dibuka. Kemudian diakhiri dengan tarian kolosal dari siswa siswi yang ada di Kukar.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan Erau berasal dari kata “Eroh” berarti ramai, riuh, penuh sukacita. Erau pada prinsipnya adalah pesta adat Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang dilaksanakan untuk memberikan hiburan kepada rakyat Kutai Kartanegara dan juga dalam rangka memperingati hari jadi kota Tenggarong ke-241.

“Alhamdulillah Erau ini sudah dibuka Yang Mulia Sultan, satu pekan ini mulai 24 September sampai 2 Oktober 2023 akan ada pertunjukan seni tari di beberapa titik pentas terbuka yang ditetapkan panitia.” ungkap Edi Minggu (24/9/23).

Edi mengucapkan terima aksih bahwa ini awal mula erau kembali ke esensinya. Seperti pada pembukaan ini ada seserahan dari kecamtan-kecamatan seperti jaman dahulu. Dimana setiap masyarakat dengan perahu membawa hasil pertanian ke raja untuk berpesta.

“Kegiatan ini Erau Adat Pelas Benua menjadi wujud pelestarian tradisi dan budaya, juga membantu memajukan UMKM, dimana para pelaku usaha punya kesempatan. Sehingga ekosistem terbangun melaui erau ini.” ujarnya.

Ia berharap nanti supaya para stakeholder terlibat secara langsung. Misalkan sekarang perusahaan sudah berkontribusi melakukan fasilitasi kelompok budaya atau seni. Mungkin ini bisa dikolaborasikan dengan baik sehingga ruang lingkupnya besar.

“Dan paling penting adalah menjaga kelestarian budaya dan memberi dampak ekonomi.” pungkasnya. (zul)