BeritaEkonomiRegional

Sudirman Latif : Jangankan yang Hitam Pekat, yang Abu-Abu saja Jangan Disentuh

135
×

Sudirman Latif : Jangankan yang Hitam Pekat, yang Abu-Abu saja Jangan Disentuh

Share this article

KUTAI TIMUR – Kemampuan menguasai materi dan skill terkait perpajakan bukanlah suatu yang paripurna didapatkan oleh seseorang aparatur pemerintahan, namun harus dilengkapi dengan attitude (sikap dan perilaku, red) dalam mengurusi perihal perpajakan.

Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum (Admum) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Sudirman Latif menekankan, agar pihak-pihak aparat pemerintahan hingga kaur keuangan desa benar-benar memiliki prinsip kompetensi, yang didalamnya ada irisan profesionalisme, skill, hingga attitude.

“Tantangan pasti besar, ketika kita memegang keuangan tentu tidak sedikit godaan yang datang. Kalau ibarat kata kita S1, iblis yang menggoda tingkatan S2 bahkan bisa jadi setingkat Doktor. Intinya bagaimana membuat kita terpleset, seakan uang yang dipegang adalah milik pribadi,” ujar Plt Asisten III Seskab Kutim, mewanti-wanti perihal keuangan pada Senin (6/11/2023) lalu.

Sudirman Lafif melanjutkan bahwa tidak jarang ditemukan, saudara-saudara kita tergelincir akibat lupa jika uang yang dipegang amanat negara. Jangankan yang hitam pekat, yang abu-abu saja jangan disentuh jika itu bukan hak.

Ia menceritakan ketika memimpin rapat di kantor (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, red), selalu mengingatkan jajaran dibawahnya agar tidak terbersit sedikitpun pikiran untuk memberikan fasilitas ke Kepala Dinas atau pimpinan.

Kalaupun memberikan sesuatu, itu adalah yang memang menjadi haknya. Jangankan memegang uang banyak, potongan pajak yang menjadi hak dari negara harus benar-benar diserahkan.

“Berlakulah sebagai orang-orang yang jujur. Kalau mau sukses, bukan karena banyaknya rezeki yang kita pegang atau dapat. Tetapi kalau mau sukses, maka walau yang diterima itu sedikit namun itu halal. Insya Allah, akan mengantarkan kita jadi orang-orang yang sukses,” tekan Plt Asisten III Sudirman Latif.

Dilanjutkannya bagaimana pentingnya menjaga kredibilitas hingga akuntabilitas keuangan. Menjadi pejabat-pejabat yang jujur dan profesional itu sangat penting dimasa sekarang dan akan datang. Memiliki<span;> skill serta attitude, serta berani jujur itu hebat.

“Beberapa waktu lalu teman-teman di Inspektorat Wilayah¬† memberikan sertifikat, yang bekerjasama dengan KPK RI. Itu menjadi cambuk bagi saya, untuk terus menyorakkan bahwa berani jujur itu hebat,” tutupnya. (Ald)