SANGATTA – Sebanyak 40 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur menggelar reses perdana untuk masa jabatan 2024-2029. Kegiatan ini berlangsung di berbagai daerah pemilihan (dapil) dengan tujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kutim, Juliansyah, S.Hut, menyampaikan reses merupakan agenda penting bagi setiap anggota dewan. “Reses ini adalah salah satu kewajiban anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihannya, bertemu dengan masyarakat, mendengar langsung keluhan, masukan, dan aspirasi yang ada,” ujar Rasyid saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut pria yang akrab disapa Juli, kegiatan reses ini juga menjadi sarana evaluasi pemerintah daerah dalam menyikapi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. “Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan utama dalam perumusan program dan kebijakan pemerintah, tentunya melalui mekanisme DPRD,” tambahnya.
Reses perdana ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama karena banyaknya isu strategis yang sedang dibahas, seperti pembangunan infrastruktur jalan, layanan kesehatan yang merata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan hasil reses akan dituangkan dalam laporan resmi dan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kutim. “Setiap aspirasi yang diterima oleh anggota dewan akan disusun dalam laporan reses, kemudian dibahas bersama eksekutif agar bisa ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.
Dengan reses perdana ini, DPRD Kutim berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami mendorong semua anggota dewan untuk memanfaatkan reses sebagai momentum mendekatkan diri dengan konstituen dan memastikan aspirasi mereka terakomodasi dalam kebijakan pembangunan,” tutup Sekwan (adv)













