BeritaWonderful Kutim

Lomba VLOG Kutim 2025 Sukses Digelar, Pemuda Desa Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas

389
×

Lomba VLOG Kutim 2025 Sukses Digelar, Pemuda Desa Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas

Share this article

Sangatta — Lomba VLOG “Explore Potensi Desa Kutim 2025” resmi ditutup pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 00.00 WITA. Penutupan lomba ini menandai keberhasilan sebuah ajang kreatif yang menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda desa dalam mengangkat potensi lokal mereka secara digital.

Ketua Panitia Penyelenggara, Wily Christian, mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya partisipasi masyarakat, terutama dari kalangan pemuda. “Kami sangat mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh peserta. Hampir seluruh kecamatan di Kutai Timur terwakili lewat karya-karya kreatif yang masuk. Banyak video dikirim menjelang detik-detik terakhir penutupan, menandakan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Wily, keberhasilan lomba ini turut mencerminkan potensi besar generasi muda desa dalam mendukung transformasi digital dari tingkat akar rumput. Ia menambahkan, laporan hasil kegiatan telah disampaikan kepada Bupati Kutai Timur dan mendapat respons positif. “Bapak Bupati menyambut baik capaian ini. Ini membuktikan bahwa gerakan dari desa bisa menjadi motor perubahan positif dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Saat ini, proses penjurian tengah berlangsung sejak 11 Mei dan akan berakhir pada 15 Mei 2025. Tim juri berasal dari kalangan profesional videografi yang telah dikenal secara nasional. “Salah satu juri adalah kreator top yang jadi inspirasi banyak anak muda. Kami sengaja buat kejutan, jadi ditunggu saja,” tambah Wily.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 16 Mei 2025, sedangkan penyerahan hadiah akan digelar pada 19 Mei 2025. Momen ini juga akan bertepatan dengan agenda penting lainnya, yakni Pengukuhan Kepengurusan Pemuda Kutim Hebat.

Lomba ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi pemuda desa untuk terus berkarya dan mempromosikan daerahnya. Tak sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara kreativitas, teknologi, dan kecintaan terhadap desa.(*)