Kutai Timur – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur terus berupaya meningkatkan status Kabupaten Layak Anak (KLA) dari peringkat Madya menjadi Nindya pada tahun 2026. Meskipun capaian saat ini sudah cukup baik, masih terdapat beberapa indikator yang perlu diperkuat agar target tersebut dapat tercapai.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penilaian terakhir, Kutai Timur hanya terpaut sekitar 3,1 poin untuk naik ke level berikutnya.
“Nilai kita sebenarnya sudah sangat dekat dengan kategori Nindya. Hanya selisih tiga koma satu poin, jadi kami optimistis tahun depan bisa tercapai,” ujar Rita, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan status KLA bukan hanya persoalan administratif, melainkan cerminan dari keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak anak di seluruh wilayah Kutim.
“Predikat ini bukan sekadar label. Ia menunjukkan sejauh mana daerah mampu menyediakan ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak,” tambahnya.
Untuk itu, DP3A kini memperkuat koordinasi lintas bidang dan lintas sektor guna memastikan seluruh indikator dalam klaster KLA dapat terpenuhi secara optimal. Indikator tersebut meliputi aspek kelembagaan, pendidikan, kesehatan, waktu luang, dan perlindungan khusus bagi anak.
” Semua sektor harus bergerak bersama. Tidak bisa hanya DP3A yang bekerja sendiri,” tegas Rita.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, sekolah, puskesmas, hingga perusahaan swasta, dalam memperkuat komitmen bersama mewujudkan Kutai Timur sebagai daerah ramah anak.
Selain dukungan kelembagaan, kata Rita, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak juga menjadi faktor kunci dalam meraih predikat Nindya.
“Lingkungan yang peduli dan ramah anak adalah pondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak secara berkelanjutan,” tutupnya (AdvKominfo)













