Kominfo KutimPemerintahan

Petani Kakao Kutim Didorong Produksi Coklat Lokal

373
×

Petani Kakao Kutim Didorong Produksi Coklat Lokal

Share this article

Kutai Timur- Kabupaten Kutai Timur tidak hanya kaya akan hasil alam, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor kakao. Melalui Dinas Perkebunan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kemampuan petani agar mampu menghasilkan produk olahan coklat berkualitas.

Kabid Usaha, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Disbun Kutim, Aminudin Azis, menjelaskan, sentra kakao di Kutai Timur berada di beberapa kecamatan seperti Busang, Karangan, dan Kaubun. Di wilayah-wilayah tersebut, petani kakao mulai mendapatkan pelatihan intensif.“Kita punya beberapa desa binaan seperti Desa Rantau Sambosa di Busang, lalu Desa Karangan Timur dan Desa Tengah Dembaru di Kaubun. Mereka ini kita latih dari hulu sampai hilir,” terang Aminudin, Minggu (9/11/2025).

Ia mengungkapkan, tahun lalu bahkan mengirim perwakilan petani ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember untuk mengikuti pelatihan selama seminggu.“Mereka belajar langsung dari ahlinya tentang cara fermentasi biji, pengeringan, hingga pengolahan menjadi coklat batang dan bubuk,” jelasnya.

Tak hanya sampai di situ, Dinas juga mendatangkan narasumber dari Jember ke Kutai Timur agar petani lain bisa ikut mendapat pelatihan serupa tanpa harus keluar daerah.“Pelatihannya kita buat berjenjang, supaya semua kelompok tani bisa merasakan manfaatnya,” ujar Aminudin.

Dari pelatihan tersebut, kini muncul produk olahan baru seperti coklat batang, bubuk coklat, hingga minuman instan dari kakao. Bahkan sebagian petani mulai mengombinasikannya dengan bahan-bahan lokal seperti gula aren dan jahe merah.“Kakao ini bisa dikembangkan lebih luas. Selain bernilai tinggi, juga punya potensi pasar yang besar,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan petani kakao tidak hanya akan meningkatkan perekonomian rumah tangga, tetapi juga memperkuat posisi Kutai Timur sebagai daerah penghasil produk perkebunan unggulan.“Kalau dulu kita kirim biji mentah, sekarang cita-cita kita kirim produk jadi, coklat dari tangan petani Kutim sendiri,” tegasnya.(Adv/Kominfo)