Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan berskala besar. Dalam rancangan Multi Years Contract (MYC) periode 2026–2028, sekitar setengah dari total 32 proyek diarahkan khusus untuk peningkatan dan pembangunan jalan baru.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa terdapat 16 paket proyek jalan yang akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam skema tersebut.
“Yang paling banyak itu peningkatan jalan. Ada 16 paket dan semuanya difokuskan untuk memperkuat konektivitas antar kecamatan,” jelas Noviari, Jumat (14/11/2025).
Ia mengatakan, pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses antarwilayah, tetapi juga merupakan strategi memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama di daerah pedalaman dan kawasan produktif.
“Kami ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil juga bisa menikmati akses jalan yang layak. Dengan konektivitas yang baik, ekonomi lokal bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Menurut Noviari, proyek jalan tersebut akan terdistribusi di beberapa wilayah strategis yang menghubungkan sentra produksi pertanian, perkebunan, dan kawasan industri menuju pusat distribusi dan pelabuhan.
Selain itu, sejumlah proyek juga diarahkan untuk mendukung kawasan ekonomi baru dan desa berkembang.
“Kalau akses jalan lancar, maka harga komoditas pertanian bisa lebih stabil karena distribusi barang lebih mudah. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tambahnya.
Pemerintah berharap pelaksanaan MYC mulai tahun 2026 dapat berjalan lancar sesuai rencana. Setiap proyek yang diajukan akan melalui proses evaluasi teknis dan sinkronisasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun konektivitas sosial dan ekonomi antarwilayah,” tegas Noviari.
Dengan komitmen ini, Pemkab Kutim optimistis pembangunan jalan akan menjadi fondasi utama dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah di masa mendatang.(Adv/Kominfo)













