Kominfo KutimPemerintahan

Pisang: Komoditas Unggulan Baru di Kaliorang, Siap Geser Dominasi Sawit

344
×

Pisang: Komoditas Unggulan Baru di Kaliorang, Siap Geser Dominasi Sawit

Share this article

Kutai Timur – Di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, kini menyoroti potensi besar lain di sektor hortikultura: pisang. Komoditas ini tumbuh menjadi harapan ekonomi baru, memberikan prospek menjanjikan bagi banyak warga.

Camat Kaliorang, Rusmono, mengungkapkan bahwa luas lahan pisang di wilayahnya telah mencapai sekitar 500 hektare. Ia bahkan menyebut Kaliorang sebagai penghasil pisang terbesar di Kutai Timur.

“Pisang menjadi salah satu komoditas yang paling banyak ditanam karena mudah dirawat dan cepat panen. Dari menanam sampai panen hanya butuh beberapa bulan,” jelas Rusmono, sabtu (15/11/2025)

Jenis yang paling banyak dibudidayakan adalah pisang kepok krecek, yang memiliki permintaan tinggi. Rusmono menjelaskan bahwa produksi pisang Kaliorang bahkan sempat menembus pasar ekspor ke Belgia melalui kerja sama dengan pihak swasta, PT Mutigo.

Sayangnya, setelah kontrak kerja sama dua tahun berakhir, ekspor tersebut terhenti karena tidak adanya perpanjangan pendampingan. Meski demikian, petani tetap optimistis karena pasar lokal masih kuat, dengan pemasaran utama ke Kutai Timur dan Bontang.

Rusmono menyebutkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah biaya distribusi yang tinggi. Karena Kaliorang tidak memiliki pelabuhan ekspor langsung, pengiriman harus dilakukan melalui jalur darat yang memakan ongkos besar. “Kalau ongkos bisa ditekan, kita bisa bersaing dengan daerah lain seperti Sulawesi,” tuturnya.

Pemerintah kecamatan saat ini gencar mendorong dukungan dari dinas terkait untuk memfasilitasi pemasaran yang lebih luas dan hilirisasi produk.

“Kita ingin pisang tidak hanya dijual mentah, tapi juga diolah jadi produk turunan,” ujar Rusmono.

Ia optimistis bahwa pisang akan menjadi komoditas andalan baru setelah sawit. “Kaliorang punya potensi besar, tinggal dukungan dan pasar yang perlu diperkuat,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)