Kominfo KutimPemerintahan

Mahyunadi Tegaskan: Peningkatan Kasus HIV/AIDS di Kutim Bukan Lonjakan, Tapi Hasil Pendataan Masif

364
×

Mahyunadi Tegaskan: Peningkatan Kasus HIV/AIDS di Kutim Bukan Lonjakan, Tapi Hasil Pendataan Masif

Share this article

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan penjelasan resmi terkait munculnya laporan peningkatan kasus HIV/AIDS di tahun 2025.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa kenaikan angka tersebut bukan karena adanya penularan baru, melainkan hasil dari proses pendataan dan pelacakan yang kini dilakukan lebih masif oleh tim kesehatan di lapangan.

“Kita sekarang semakin aktif menjangkau masyarakat. Banyak yang dulu belum terdata, sekarang sudah masuk semua. Jadi kalau datanya terlihat naik, itu artinya kita bekerja lebih serius, bukan karena kasusnya bertambah,” tegas Mahyunadi, Minggu (16/11/2025).

Ia menjelaskan, selama ini sebagian warga enggan melapor atau memeriksakan diri karena takut stigma sosial. Namun, berkat pendekatan persuasif dan edukatif dari petugas lapangan, kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan.

“Kadang orang salah paham. Dikira datanya naik karena penyebaran makin parah. Padahal tidak. Justru karena pendataan kita semakin akurat dan jangkauannya makin luas,” ujarnya.

Menurut Mahyunadi, langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Kutim. Pemerintah tidak ingin menutup mata terhadap realitas di lapangan, karena data yang jelas akan membantu menentukan kebijakan yang tepat sasaran.

“Kalau datanya tidak jelas, kita tidak tahu siapa yang harus ditangani. Dengan data yang kuat, penanganan bisa lebih cepat dan terarah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah pendatang dari luar daerah juga menjadi salah satu faktor bertambahnya data. Para pekerja baru yang sebelumnya tidak tercatat kini sudah masuk dalam sistem pendataan kesehatan daerah.

“Banyak pekerja baru di sektor tambang dan perkebunan. Kita masukkan mereka semua dalam data supaya bisa terpantau kesehatannya,” kata Mahyunadi.

Pemerintah Kutim juga memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapat layanan pemeriksaan dan edukasi tentang HIV/AIDS.
“Semua warga Kutim berhak sehat. Tidak ada yang kita bedakan, baik penduduk lama maupun pendatang,” tegasnya.

Mahyunadi pun memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga kesehatan yang bekerja tanpa kenal waktu. Menurutnya, dedikasi mereka di lapangan patut dihargai karena telah membantu pemerintah mendekati masyarakat dengan cara-cara yang humanis.

“Mereka bekerja siang malam, mendata dengan sabar, dan menjaga kerahasiaan pasien. Itu pekerjaan luar biasa,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang isu HIV/AIDS sebagai hal yang memalukan atau tabu. Sebaliknya, Mahyunadi mengajak warga untuk berani memeriksakan diri dan terbuka demi kesehatan bersama.

“Yang penting itu kesadaran dan kejujuran. Kalau kita sadar sejak awal, penanganannya bisa cepat,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Mahyunadi menegaskan komitmen Pemkab Kutim untuk menjaga kerahasiaan dan keselamatan pasien.

“Semua data kita lindungi. Kita hanya ingin memastikan semuanya aman, sehat, dan tertangani dengan baik,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)