Kutai Timur-Bupati Kutai Timur, Ardiansyah, menegaskan bahwa Kutim memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis biomassa kelapa sawit.
“Kita memiliki sumber daya energi yang melimpah dari biomassa sawit, namun saat ini sebagian besar masih digunakan internal perusahaan,” kata Ardiansyah,Selasa(18/11/2025).
Ia menambahkan, pemerintah mendorong perusahaan agar membuka akses energi bagi masyarakat melalui jaringan PLN.
“PLN telah hadir di beberapa titik, seperti Karangan dan Meranggang, sehingga warga desa dapat menikmati listrik dari energi lokal,” tambahnya.
Bupati menekankan, pemanfaatan biomassa sawit bukan hanya soal energi, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui industri kecil dan menengah.
Selain itu, PT BMA di Sandaran memiliki inisiatif serupa, meski sempat terkendala wilayah usaha dan koordinasi antarperusahaan.
“Alhamdulillah, sejak 2024 semua kendala teknis telah terselesaikan, dan PLN siap menata distribusi listrik agar masyarakat mendapat manfaat optimal,” ujar Ardiansyah.
Pemanfaatan biomassa juga diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Bupati menekankan pentingnya regulasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah, PLN, dan pihak swasta agar energi lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita ingin energi lokal tidak hanya untuk kepentingan perusahaan, tapi juga dapat dirasakan masyarakat desa,” tambahnya.
Ardiansyah menyebut dukungan NGO dan pihak swasta akan mempercepat implementasi program energi terbarukan di Kutim.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan energi terbarukan dengan bijak, agar manfaatnya berkelanjutan.
“Dengan perencanaan matang dan partisipasi warga, energi dari biomassa bisa dinikmati semua desa,” ujarnya.
Bupati menegaskan, program energi terbarukan ini selaras dengan visi Kutim untuk menjadi daerah mandiri energi dan ramah lingkungan.
“Ke depan, setiap desa di Kutim akan menikmati listrik dari energi lokal, berkelanjutan, dan bersih,” pungkas Ardiansyah.(Adv/Kominfo)













