Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Akhmad Sulaiman, terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait infrastruktur. Selain mendorong skema tahun jamak (multi-years) untuk jalan poros, ia memastikan program tahunan seperti irigasi, jalan tani, dan pembangunan sekolah tetap menjadi perhatian.
Sulaiman menjelaskan, usulan program tahunan tersebut sebenarnya sudah berulang kali disampaikan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun saat reses, namun belum terealisasi optimal karena keterbatasan anggaran sebelumnya.
“Usulan program lain seperti irigasi, sekolah, dan kebutuhan lainnya tetap ada untuk program tahunan. Tapi tentu kita harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran,” ujar Sulaiman,Selasa (18/11/2025).
Ia optimis usulan-usulan tersebut kini bisa diterima oleh pemerintah daerah karena telah melalui koordinasi yang matang. “Karena itu, kita berharap nantinya semua bisa direalisasikan,” tambahnya.
Terkait prioritas wilayah, Sulaiman berencana memfokuskan masa resesnya ke Desa Tanjung Mangkaliat dan Desa Sandaran. Menurutnya, kedua desa tersebut merupakan wilayah terjauh di Dapil V yang hingga kini belum memiliki akses jalan penghubung yang memadai (jalan umum).
“Saya mau reses di kedua desa ini untuk melihat kondisi riil di lapangan. Saya ingin tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan, selain jalan penghubung antardesa tersebut,” tegasnya.
Sulaiman mengakui, saat ini mobilitas warga di antara kedua desa tersebut sangat bergantung pada jalan milik perusahaan sawit. Meskipun pemerintah desa menilai peran perusahaan sudah cukup baik dalam memberikan akses, Sulaiman menekankan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan jalan umum yang mandiri.
“Pemerintah tetap harus bisa membangun jalan akses di luar jalan perusahaan tersebut sebagai jalan umum bagi masyarakat,” pungkasnya.(Adv/DPRD)













