Kominfo KutimPemerintahan

Hilirisasi Nanas Himba Kutim, Dari Ladang ke Produk Bernilai Ekspor

340
×

Hilirisasi Nanas Himba Kutim, Dari Ladang ke Produk Bernilai Ekspor

Share this article

Kutai Timur-Inovasi pertanian di Kutai Timur kini memasuki babak baru. Melalui program hilirisasi yang digagas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), komoditas Nanas Himba Kutim tidak lagi hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi mulai diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti konsentrat tanpa pengawet.

Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, mengatakan program ini merupakan upaya nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pengolahan hasil pertanian.

“Produksi konsentrat ini sementara masih dilakukan secara internal, tapi ke depan kami akan dorong UMKM lokal untuk memproduksi,” ujarnya,Sabtu (22/11/2025)

Langkah tersebut, kata Wahyudi, bukan hanya untuk memperpanjang umur simpan hasil panen, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha kecil agar bisa menikmati nilai tambah dari hasil kerja mereka.

“Petani tidak hanya menjual buah segar, tapi juga mendapat manfaat lebih dari hasil olahan. Ini bentuk nyata hilirisasi pertanian di daerah,” jelasnya.

DTPHP Kutim juga tengah menyiapkan dokumen pendukung dan pendaftaran produk ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk olahan nanas ini memenuhi standar keamanan pangan nasional.

Menurut Wahyudi, hilirisasi bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga perubahan cara pandang. Dengan menumbuhkan budaya olah hasil, masyarakat bisa mengoptimalkan potensi daerah tanpa harus bergantung pada tengkulak atau pasar musiman.

“Selama ini petani sering dirugikan karena harga jatuh saat panen raya. Dengan adanya produk olahan, kita bisa jaga stabilitas pendapatan mereka,” katanya.

Ia menambahkan, inovasi hilirisasi nanas Himba Kutim juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa. Pemerintah akan memfasilitasi pelatihan pengolahan, manajemen usaha, hingga pemasaran digital bagi kelompok tani dan UMKM.

“Kalau produk ini berkembang, bukan hanya petani yang sejahtera, tapi juga ekonomi desa ikut tumbuh,” ujar Wahyudi.

Wahyudi optimistis, dengan dukungan pemerintah dan semangat petani, Kutai Timur bisa menjadi contoh sukses pengembangan hilirisasi komoditas hortikultura di Kaltim.

“Himba Kutim harus jadi ikon pertanian modern yang lahir dari tangan petani sendiri,” tutupnya.(Adv/Kominfo)