Kutai Timur – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur mengajak pihak swasta yang beroperasi di wilayah tersebut untuk berpartisipasi dalam memperbaiki dan memelihara infrastruktur jalan.
Pemerintah daerah menilai, kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah sangat penting agar pembangunan dapat berlangsung lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutai Timur, Joni Abdi Setia, mengatakan, sejumlah perusahaan telah menunjukkan komitmen nyata dengan membantu perbaikan jalan di sekitar wilayah operasional mereka.
“Kita sangat mengapresiasi pihak swasta yang sudah ikut terlibat memperbaiki jalan. Ini contoh baik yang patut diikuti,” ujarnya,Minggu (23/11/2025)
Salah satu di antaranya adalah PT. APE yang beberapa waktu lalu membantu memperbaiki dan mengaspal ruas jalan di Kecamatan Rantau Pulung.
“Mereka langsung turun tangan, dan hasilnya sangat membantu masyarakat sekitar,” katanya.
Menurutnya, masih banyak perusahaan lain yang bisa berperan aktif dalam memperbaiki infrastruktur.“Kita berharap pihak swasta lain juga ikut ambil bagian, karena jalan itu juga mereka gunakan setiap hari,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Dana pemerintah terbatas, makanya kita perlu sinergi dan gotong royong dengan pihak swasta,” ucapnya.
Selain bantuan berupa material atau tenaga, kontribusi bisa diwujudkan dalam bentuk perawatan rutin terhadap jalan yang sering dilalui kendaraan perusahaan. “Minimal bantu perbaikan ringan, itu saja sudah sangat berarti bagi masyarakat,” tambahnya.
Pihaknya juga membuka ruang komunikasi dengan perusahaan agar terjalin kerja sama resmi dalam pemeliharaan jalan. “Kalau ada nota kesepahaman atau MoU, koordinasinya akan lebih mudah dan terarah,” jelasnya.
Kerja sama semacam ini, lanjutnya, telah terbukti efektif di sejumlah daerah lain.
“Kalau pemerintah dan swasta berjalan beriringan, pembangunan bisa jauh lebih cepat dan hasilnya lebih nyata,” katanya.
Ia menegaskan, kontribusi pihak swasta bukan semata kewajiban sosial, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat sekitar.
“Jalan yang baik juga menguntungkan mereka sendiri. Distribusi lancar, biaya operasional berkurang,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak. “Kalau ada kendaraan yang muatannya berlebih, tolong diingatkan. Kita sama-sama rawat hasil pembangunan ini,” ujarnya.
Plt. Kadis PUPR menambahkan, semangat sinergitas ini sejalan dengan arahan Bupati Kutai Timur yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Membangun daerah harus dilakukan bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tutupnya.(Adv/Kominfo)













