Kutai Timur-Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pemerataan listrik hingga ke desa-desa terpencil. Bupati Kutim, Ardiansyah, menegaskan komitmen kuatnya untuk memastikan seluruh masyarakat menikmati akses listrik yang memadai, sebagai bagian dari hak dasar setiap warga negara.
“Hingga kini, sebanyak 128 dari total 140 desa telah menikmati jaringan listrik. Ini merupakan capaian positif, namun kami tidak ingin berhenti sampai di sini,” ungkap Bupati Ardiansyah, Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan, tahun ini akan ada tambahan 13 desa yang akan menyusul, meski ada kendala geografis di beberapa wilayah yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari pusat distribusi.
“Dua desa yang cukup jauh akan dialihkan pelaksanaan pembangunan listriknya agar lebih efisien dan tepat waktu,” jelasnya.
Dengan adanya pemekaran desa, jumlah total desa kini menjadi 152 desa, sehingga pemerintah daerah harus menyiapkan strategi khusus untuk mempercepat elektrifikasi di seluruh wilayah.
Ardiansyah menekankan bahwa program ini tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjamin kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat desa.
“PLN sudah menyampaikan kesiapannya untuk hadir dan melayani masyarakat hingga pelosok desa. Kami memastikan tidak ada desa yang tertinggal,” ujarnya.
Bupati menilai keterlibatan masyarakat juga penting dalam memastikan kelancaran program. Warga diharapkan memberikan informasi terkait kebutuhan listrik dan kondisi wilayah mereka.
Selain itu, desa-desa yang sebelumnya sulit dijangkau karena medan berat atau minimnya akses transportasi, kini mendapatkan perhatian prioritas.
“Pemekaran desa memang menambah tantangan, tapi kami yakin dengan perencanaan matang semua desa akan menikmati listrik,” katanya.
Ardiansyah menegaskan bahwa keberadaan listrik desa akan membuka banyak peluang ekonomi, seperti usaha kecil dan menengah berbasis teknologi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga menyebutkan, sekolah dan fasilitas kesehatan yang telah teraliri listrik kini beroperasi lebih optimal, mendukung kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat agar program ini berjalan sukses dan berkelanjutan.
“Ini adalah program jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan dukungan semua pihak. Tidak ada yang boleh tertinggal,” pungkas Ardiansyah.(Adv/Kominfo)













