Kominfo KutimPemerintahan

Runway Bandara Tanjung Bara Diperpanjang, Bupati Kutim: Akses Investasi Makin Terbuka

371
×

Runway Bandara Tanjung Bara Diperpanjang, Bupati Kutim: Akses Investasi Makin Terbuka

Share this article

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satu langkah strategis yang tengah berjalan adalah perpanjangan runway Bandara Tanjung Bara, bekerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk mempermudah mobilitas investor dan mempercepat konektivitas daerah.

“Runway Tanjung Bara sedang dalam proses kajian perpanjangan. Kita harap tahun ini bisa rampung, agar pesawat berkapasitas 40 hingga 50 penumpang bisa beroperasi,” jelas Ardiansyah, Rabu (26/11/2025).

Ia mengatakan, keterbatasan akses transportasi selama ini menjadi salah satu kendala utama investor untuk menanamkan modal di Kutai Timur.

“Bayangkan, dari Balikpapan ke Kutim bisa butuh enam sampai sembilan jam. Ini membuat banyak calon investor berpikir dua kali,” ujarnya.

Dengan perpanjangan runway dan perluasan bandara, diharapkan penerbangan reguler antara Kutim dan Balikpapan bisa segera terwujud.

Ardiansyah menyebut, Kementerian Perhubungan telah memberikan arahan agar Bandara Tanjung Bara dapat membuka sebagian jadwal penerbangan untuk masyarakat umum, meski masih dikelola oleh pihak swasta.

“Ini hasil koordinasi kita dengan Kemenhub dan PT KPC. Nantinya masyarakat juga bisa menikmati penerbangan ini,” tambahnya.

Langkah tersebut diyakini akan mempercepat arus investasi dan wisata, karena akses udara menjadi faktor kunci penggerak ekonomi.

Selain infrastruktur bandara, Pemkab Kutim juga terus berupaya menyederhanakan perizinan investasi dan memberikan kemudahan bagi investor yang memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Kalau investor mudah masuk, tenaga kerja lokal siap, dan transportasi mendukung, maka pertumbuhan ekonomi Kutim akan melonjak pesat,” kata Ardiansyah.

Ia berharap kerja sama dengan PT KPC menjadi contoh sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“Investasi bukan hanya tentang modal, tapi juga membuka peluang kerja dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)