Kominfo KutimPemerintahan

‎Cegah Banjir, PUPR Kutim Gencarkan Normalisasi Drainase dan Pemeliharaan Irigasi

382
×

‎Cegah Banjir, PUPR Kutim Gencarkan Normalisasi Drainase dan Pemeliharaan Irigasi

Share this article

‎Kutai Timur – Menghadapi curah hujan tinggi yang mulai melanda wilayah Kutai Timur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus bergerak cepat dengan menggencarkan program normalisasi drainase dan pemeliharaan jaringan irigasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencegah banjir serta menjaga kelancaran aliran air di wilayah perkotaan dan sentra pertanian.

‎Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa bidang sumber daya air kini difokuskan untuk dua hal utama, yakni memastikan sistem irigasi tetap berfungsi optimal dan memperkuat jaringan drainase agar air hujan tidak menimbulkan genangan di kawasan padat penduduk.

‎“Drainase yang baik sangat berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat. Kalau saluran air tersumbat, genangan pasti muncul, dan dalam jangka panjang bisa berpotensi menimbulkan banjir,” ujarnya, Kamis (27/11/2025)

‎Menurutnya, program yang dijalankan tidak hanya bersifat reaktif terhadap kondisi cuaca, melainkan juga bagian dari strategi pembangunan infrastruktur berkelanjutan. PUPR secara bertahap memperbaiki saluran lama sekaligus membangun sistem baru di lokasi yang membutuhkan.

‎Ia menambahkan, normalisasi drainase menjadi salah satu kegiatan rutin yang terus dilakukan, terutama di titik-titik rawan genangan. Pengerukan dan pembersihan saluran telah terbukti mengurangi volume air yang mengendap saat hujan deras.

‎“Selain infrastruktur fisik, kami juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air. Drainase hanya akan efektif kalau dijaga bersama,” tegas Joni.

‎Sementara itu, pada sektor irigasi, PUPR melakukan pemeliharaan saluran primer dan sekunder di berbagai kawasan pertanian. Hal ini untuk memastikan aliran air ke sawah dan lahan produktif tetap lancar sehingga mendukung peningkatan hasil panen.

‎“Air yang lancar artinya produksi pertanian meningkat. Ini sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur air memiliki manfaat ganda. Selain mencegah genangan di wilayah perkotaan, sistem drainase dan irigasi yang baik juga berperan menjaga keseimbangan lingkungan.

‎PUPR Kutim juga telah menyiapkan rencana jangka menengah untuk menata ulang sistem drainase terpadu, khususnya di kawasan padat penduduk. Sistem ini nantinya akan menghubungkan beberapa saluran utama agar aliran air lebih efisien dan terarah.

‎“Konsepnya bukan hanya memperbaiki saluran yang rusak, tetapi menata ulang seluruh pola aliran air agar kota ini benar-benar siap menghadapi musim hujan,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi kenyamanan warga Kutai Timur. “Kalau drainase bagus, masyarakat tidak lagi khawatir setiap kali hujan turun,” pungkas Joni.(Adv/Kominfo)