Kaltim12.com,KUTIM– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta menegaskan komitmennya untuk memperkuat proses kaderisasi di tingkat komisariat hingga cabang pada periode kepengurusan 2025-2026.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Sangatta, Siswandi Bin Rusli, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), atas dukungan yang diberikan.
Bantuan tersebut telah direalisasikan untuk menunjang fasilitas kaderisasi, di antaranya pengadaan komputer bagi komisariat, termasuk persiapan komisariat definitif di Bontang, serta pembangunan perpustakaan cabang guna meningkatkan literasi kader.
“Alhamdulillah, di kepengurusan ini kami berupaya menjaga proses kaderisasi dengan mendukung perpustakaan. Karena sebelumnya literasi kita agak kurang, jadi kita persiapkan fasilitasnya,” ujar Siswandi, saat sambutan di Hotel Royal Victori, Jumat (28/11/2025).
Tak hanya fokus pada intelektualitas, HMI Sangatta juga melakukan terobosan di bidang kemandirian ekonomi dengan menyediakan peralatan sablon. Siswandi berharap usaha ini dapat menjadi wadah kreativitas kader sekaligus menopang kebutuhan operasional organisasi.
“Kami sudah siapkan mesin sablon agar adik-adik HMI terus berkarya. Ke depan, kami berharap bisa bermitra dengan Dispora untuk kebutuhan sablon kegiatan, sehingga perputaran ekonomi di cabang tetap berjalan,” tambahnya.
Siswandi juga mengumumkan bahwa pada bulan Desember mendatang, HMI Cabang Sangatta akan meluncurkan website resmi sebagai wadah bagi kader untuk menuangkan opini dan pemikiran kritis secara digital. Selain itu, ia menegaskan posisi HMI yang kini telah bergabung di bawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur demi menjaga kondusivitas dan kolaborasi pemuda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyambut positif langkah strategis HMI. Basuki menegaskan bahwa Dispora adalah rumah bagi seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), baik HMI, PMII, GMNI, maupun lainnya.
“HMI, KNPI, dan OKP lainnya adalah laboratorium kader yang luar biasa untuk mencetak pemimpin hebat. Saat ini, Kutai Timur telah menjadi role model kepemudaan di Kalimantan Timur, terbukti dengan diraihnya Panji Keberhasilan Bidang Pemuda Juara 1 tingkat provinsi pada tahun 2025,” ungkap Basuki.
Basuki mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjaga harmonisasi dan mengurangi dinamika yang tidak perlu. Ia meminta KNPI sebagai wadah berhimpun untuk merangkul dan membina seluruh OKP agar bergerak satu visi memajukan daerah.
“Kita tunjukkan Kutai Timur bukan ‘kaleng-kaleng’. Kita targetkan Kutai Timur menjadi Kabupaten Layak Pemuda, di mana anak muda merasa nyaman dan memiliki ruang untuk berkarya. Bantu pemerintah, berikan kritik dan saran melalui diskusi yang konstruktif untuk kemajuan bersama,” pungkas Basuki.(C/*)













