Kutai Timur – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H. Marsidik, ST., MM, resmi melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Kutai Timur periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Hotel Royal Sangatta, Senin (26/1/2026).
Dalam berbagai hal, Ketua DPC Hanura Kutim, Sumarno, menegaskan komitmen partainya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat yang selama ini belum tersalurkan secara optimal kepada pemerintah.
Meski saat ini Hanura belum memiliki kursi di parlemen, Sumarno optimistis partainya mampu mencetak kemenangan pada pemilu mendatang.
”Insya Allah Hanura ini akan memimpin nanti di parlemen. Sekarang belum ada kursi, tapi ke depan akan tetap menjadi partai pemenang. Usia boleh tua, tapi semangat masih menggelora,” tegas Sumarno.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi. Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi mengakui peran strategis Sumarno dalam peta politik lokal.
Ia bahkan menyebut Sumarno sebagai tokoh yang berkontribusi besar dalam memenangkan sejumlah tokoh politik, termasuk dirinya saat maju sebagai Wakil Bupati Kutai Timur.
Mahyunadi juga mengganggu dinamika politik nasional yang dinilainya semakin kompleks dan dinamis, khususnya terkait putusan Mahkamah Konstitusi serta wacana perubahan sistem pemilu.
“Politik sekarang sangat dinamis. Pergerakan di tingkat akar rumput sampai desa-desa dinamis, di kabupaten, provinsi, pusat juga dinamis, bahkan undang-undangnya juga sangat dinamis. Kita sekarang menunggu apa yang akan terjadi pada undang-undang politik ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Kaltim, H. Marsidik, memberikan instruksi tegas kepada pengurus DPC Hanura Kutim agar segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah.
Ia menekankan pentingnya keberadaan struktur partai yang nyata dan aktif, bukan sekadar administratif.
”Tugas Pak Marno berat. Bentuk pengurus hingga tingkat PAC di 18 kecamatan. Jangan ada pengurus yang bodong. Kalau kita kuat di akar rumput, Hanura pasti akan diperhitungkan sebagai pengusung utama pada Pilkada mendatang,” tegas Marsidik.
Ia juga secara khusus menugaskan Ketua DPC Hanura Kutim untuk membesarkan partai dengan membangun struktur hingga tingkat desa, bahkan RT jika memungkinkan.
“Saya tugaskan Pak Marno membesarkan Partai Hanura di Kutai Timur. Bentuk PAC di 18 kecamatan, sampai ke desa, kalau perlu tingkat RT. Karena di banyak daerah, partai tidak dapat kursi bukan karena tidak ada dukungan, tapi karena tidak ada pengurus yang aktif. Bodong,” tutupnya.(*)













