Kaltim12.com,KUTIM – Balai Taman Nasional Kutai (TNK) menutup sementara kawasan Prevab sebagai langkah prioritas dalam menjaga kelestarian habitat dan keseimbangan ekosistem orang utan di kawasan konservasi tersebut.
Kasubbag Tata Usaha Balai TNK, Kristina Nainggolan, mengatakan penutupan Prevab merupakan bagian dari agenda rutin pengelolaan wisata alam berbasis konservasi, khususnya pada kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi.
Prevab memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lain karena menjadi area pelepasliaran dan habitat alami orang utan, sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih ketat dan berorientasi pada kepentingan satwa.
Menurut Kristina, aktivitas wisata yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi ekologis kawasan, sehingga diperlukan waktu jeda agar lingkungan dapat memulihkan dirinya secara alami.
“Kami memberi ruang agar ekosistem di Prevab bisa pulih dan satwa-satwa di dalamnya, khususnya orang utan, dapat beraktivitas dengan lebih tenang,” ujarnya.
Selain aspek konservasi, penutupan sementara ini juga dimanfaatkan Balai TNK untuk melakukan pembenahan tata kelola wisata sesuai arahan Kementerian Kehutanan.
Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah persiapan digitalisasi pelayanan wisata, mulai dari sistem reservasi pengunjung hingga pencatatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Prevab.
Kristina mengungkapkan, selama ini pihaknya menerima keluhan terkait sistem pemesanan yang belum tertata, terutama mengenai keterbatasan fasilitas pondok wisata bagi pengunjung yang ingin menginap.
“Dengan sistem digital, pemesanan akan lebih tertib dan transparan, sehingga kapasitas kunjungan dan fasilitas bisa dikelola lebih baik,” jelasnya.
Balai TNK berharap, setelah proses pemulihan ekosistem dan pembenahan manajemen selesai, wisata Prevab dapat kembali dibuka dengan pelayanan yang lebih baik tanpa mengabaikan prinsip utama konservasi orang utan.













