Berita PilihanKaltimKecamatanKutai Timur

Jalur Hauling Ditutup, Truk Masuk Jalan Umum: Keselamatan Warga Desa Sekerat Terabaikan

559
×

Jalur Hauling Ditutup, Truk Masuk Jalan Umum: Keselamatan Warga Desa Sekerat Terabaikan

Share this article

Kaltim12.com,KUTIM – Aktivitas truk perusahaan yang melintas di jalan umum Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menuai keresahan serius dari masyarakat.

Truk bermuatan berat tersebut dinilai mengancam keselamatan warga karena melewati kawasan permukiman yang setiap hari digunakan untuk aktivitas masyarakat.

Kekhawatiran warga meningkat setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk perusahaan. Seorang warga bernama E, warga Gang Pinrang, Desa Sekerat, dilaporkan tertabrak truk di simpang tiga Kantor Desa Sekerat saat hendak menuju kantor desa.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka cukup serius dan harus menjalani perawatan medis. Kecelakaan ini menjadi pemicu utama kemarahan dan keresahan warga terhadap aktivitas truk di jalan kampung.

Salah satu saudara korban, mengungkapkan bahwa luka paling parah dialami korban di bagian kepala. Hingga kini, kondisi Korban masih dalam tahap pemulihan dan belum dapat beraktivitas seperti biasa.

“Adik saya tertabrak truk di simpang kantor desa. Lukanya cukup parah di bagian kepala dan sampai sekarang masih menjalani pemulihan,” ujar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Menurutya, kecelakaan tersebut bukan satu-satunya kejadian. Ia menyebut insiden serupa kembali terjadi di wilayah Sekurau, Desa Sekerat, yang semakin memperkuat kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Ada lagi kejadian di Sekurau, kendaraan bermotor menabrak truk. Ini membuktikan bahwa jalan kampung memang tidak aman dilewati truk-truk besar,” katanya.

Ia menjelaskan, truk perusahaan melintas di jalan umum lantaran jalur hauling sementara ditutup oleh pemilik lahan. Namun, pengalihan jalur tersebut dinilai dilakukan tanpa koordinasi dengan warga maupun pemerintah desa.

“Jalan hauling ditutup pemilik lahan, lalu truk langsung dialihkan ke jalan umum tanpa pemberitahuan. Seolah-olah jalan kampung bebas dilewati,” ungkapnya.

Ia menambahkan, warga sempat menahan sejumlah truk bermuatan material sebagai bentuk upaya melindungi keselamatan masyarakat. Warga berharap pemerintah desa dan perusahaan segera mengambil langkah tegas dengan mengaktifkan kembali jalur hauling dan mengutamakan keselamatan warga.