Pemerintahan

Bimtek Psikotes Pertama di Kutim, Dorong Pencari Kerja Lokal Lebih Siap Bersaing

188
×

Bimtek Psikotes Pertama di Kutim, Dorong Pencari Kerja Lokal Lebih Siap Bersaing

Share this article

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tips dan trik menghadapi psikotes masuk perusahaan.

Kegiatan ini tercatat sebagai yang pertama kali dilaksanakan di Kutim, bahkan diduga juga baru pertama di wilayah Kalimantan Timur. Bimtek ini di laksanakan mulai dari Tanggal 29 September – 01 Oktober 2025, Di Hotel Royal Victoria.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek ini sangat penting karena selama ini banyak pencari kerja lokal tersisih akibat tidak mampu bersaing di tahap psikotes.

“Rata-rata pelamar kerja kita gugur di psikotes. Kadang perusahaan menjadikan itu alasan untuk memasukkan pekerja dari luar. Dengan adanya Bimtek ini, pencari kerja lokal akan lebih siap menghadapi tes tersebut,” ujar Mahyunadi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi perusahaan beralasan ketika tidak memenuhi kewajiban penerapan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan 80:20. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan mempekerjakan 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen dari luar daerah.

“Perda itu sudah ditegaskan dalam Perbup Nomor 6 Tahun 2024. Ke depan, kami akan lebih maksimal menegakkannya, termasuk mengawasi syarat rekrutmen yang tidak memberatkan tenaga kerja lokal,” tambahnya.

Mahyunadi mencontohkan, dalam penerimaan kali ini hanya 112 orang yang akan direkrut dari 300 lebih pelamar. Namun ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat disebarkan dari mulut ke mulut agar semakin banyak pencari kerja lokal yang siap bersaing.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa psikotes sering menjadi faktor utama yang membuat pencari kerja gagal diterima perusahaan. Karena itu, pelatihan ini difokuskan untuk membekali peserta dengan pemahaman terkait keterampilan teknis dan soft skill.

“Sering kali mereka kalah bukan karena tidak mampu bekerja, tetapi karena gagal di psikotes. Melalui Bimtek ini, kami ajarkan bagaimana menyeimbangkan kemampuan teknis dengan soft skill seperti pemecahan masalah dan komunikasi,” jelas Roma.

Roma menambahkan, Disnakertrans tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyiapkan komunitas bagi peserta. Dengan adanya komunitas ini, mereka dapat saling berbagi pengalaman dan informasi seputar peluang kerja.

“Ke depan akan kami tindaklanjuti dengan membangun komunikasi berkelanjutan. Sama seperti pelatihan menjahit dan pengolahan coklat yang sudah kami lakukan, kami bentuk komunitas agar mereka bisa terus berkembang dan bahkan langsung menerima order dari perusahaan mitra,” ungkapnya.

Menurut Roma, pemerintah Kutim berkomitmen membuka berbagai sektor lapangan kerja, bukan hanya di pertambangan atau perkebunan, tetapi juga di sektor usaha lain seperti garment dan industri kreatif.

“Tenaga kerja kita harus siap di semua bidang. Bukan hanya tambang dan kebun, tetapi juga usaha kecil hingga industri garmen. Dengan begitu, kesempatan kerja semakin luas dan perekonomian masyarakat bisa ikut tumbuh,” pungkasnya.(Ciaa/*)