Berita PilihanKaltimKutai TimurPeristiwa

Kasus Serangan Buaya Naik, Polisi Minta Warga Bengalon Jauhi Sungai Sementara

533
×

Kasus Serangan Buaya Naik, Polisi Minta Warga Bengalon Jauhi Sungai Sementara

Share this article

Kaltim12.com,KUTIM — Meningkatnya laporan kemunculan dan serangan buaya di wilayah Sungai Bengalon mendorong aparat kepolisian untuk mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat.

Warga diminta mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas di sekitar sungai demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan.

Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menyampaikan imbauan tersebut pada Jumat (3/4/2026). Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk antisipasi guna mencegah terjadinya korban jiwa di tengah meningkatnya aktivitas buaya di perairan tersebut.

Menurut Kapolres, tren kemunculan buaya dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Bengalon.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Sungai Bengalon, untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di sungai, seperti mandi, mencuci, maupun mencari ikan,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia menambahkan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan mengingat potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dianggap aman kini berisiko tinggi jika dilakukan tanpa kehati-hatian.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami berharap warga dapat memahami situasi ini dan mematuhi imbauan yang telah disampaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar bantaran sungai. Ia menilai, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap ancaman tersebut.

“Kami juga meminta kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain di sekitar sungai. Ini sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pemantauan terhadap keberadaan buaya di kawasan Sungai Bengalon. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan dan pengendalian situasi di lapangan.

Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, terutama jika ditemukan buaya yang berpotensi mengancam keselamatan warga.

Kapolres juga meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan apabila melihat tanda-tanda kemunculan buaya di sekitar lingkungan mereka. Informasi dari warga akan sangat membantu petugas dalam melakukan tindakan lebih lanjut.

“Jika ada tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga keselamatan di lingkungan sekitar, khususnya di kawasan rawan seperti Sungai Bengalon.

Pihak kepolisian juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keamanan warga di wilayah tersebut.